Friday, May 31, 2019
Mudik Lebaran itu Wajib Apa Tidak?
Suatu ketika sang Nabi pernah beranjak dari duduknya ke arah mimbar. Kemudian sang Rosul berucap Amin sebanyak tiga kali. Kemudian karena penasaran, para sahabat bertanya," Wahai Rasulullaah.. apa yang membuat mu gerangan berucap amin sebanyak tiga kali?? Kemudian sang Nabi menjawab sebagaiman termaktub dalam hadis berikut ini:
"Kemudian, beliau (Rasulullaah) bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.” [Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam Al-Madzhab, 4:1682. Dinilai hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Qaulul Badi‘, no. 212; juga oleh Al-Albani di Shahih At-Targhib, no. 1679.]
Saudara-saudariku. Allah berpesan dalam surat Al-Isra." Dan Tuhanmu telah mewajibkan kepada kalian agar tidak menyembah selain kepadaNya, dan berbuat baik kepada orang tua." [QS Al-Isra']
Mari kita jadikan momen Idul Fitri 1440 H ini sebagai momen Lebaran untuk mengungkap kebaktian kita kepada sang orang tua, jika mereka masih ada. Dan semoga Allah memudahkan jalan kita untuk hal tersebut.
Selamat Idul Fitri 1440 H. Taqobballaahu Minnaa wa Minkum kulla Amin wa antum bikhair.
Thursday, May 30, 2019
Arti Sebuah Kegagalan
Gagal dapat menjadi sebuah awal kehancuran. Sebagaimana gagal adalah awal mula sebuah kesuksesan besar bagi hidup dan mati seseorang. Hal ini sangat tergantung bagaimana memaknai kegagalan.
Seorang pengusaha yang baru saja bangkrut dari bisnis yang mengandung unsur riba, bisa jadi adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar dia pindah ke jalan yang lebih baik. Tidak berarti pula seorang pendusta yang meraup banyak keuntungan materi dari spekulasi yang dilakukan dalam bisnis, bisa menjadi asbab kehancurannya di masa mendatang. Allah Maha Tahu akan apa yang akan terjadi kemudian.
Tidak boleh putus asa, apapun yang menjadi faktor terjadinya sebuah kegagalan. Nasehat sang ayah bagi putra-putra nya, "Dan janganlah kalian putus asa akan rahmat Tuhanmu. dan tidaklah putus asa akan rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang tidak beriman" [Surat Yusuf].
Tidak semua hal yang kita anggap baik selamanya akan baik. Waktu akan menjelaskan hal tersebut selama kita terbuka dan menggunakan akal sehat. Arti sebuah kegagalan semoga menjadi segala kebaikan bagi kita semua. Amin.
Selamat dan bangkitlah.
Saturday, March 28, 2009
It's Time of Your Life
Some friends of mine said, thatwe need to break up
some times
Some friends of mine said, that
we need to keep working on and on
always
Some friends of mine said, that
success will just come as a luck
normally
Some friends of mine said, that
good fortune greets after lots of efforts
mostly
Some friends of mine said, that
all proverbs are just proverbs
all of them
They said also, that
It's time of your life
do whatever takes your faith straight
forward
Tuesday, March 24, 2009
Arti Sebuah Kesabaran

Terdengar begitu profetik memang untuk berbicara perihal kesabaran. Ketika dihadakan dengan berbagai masalah bertubi-tubi, kita cenderung untuk gundah dan merasa terhimpit. Seolah-olah semua hal yan kita jalani tidak berarti apapun. Pada dasarnya tidak perlu sejauh ini mensikapi masalah yang ada. Masalah selalu dilatar belakangi oleh beberap faktor, entah satu maupun lebih. Melihat secara lebih mendalam dari tumpukan masalah yang dihadapi merupakan bagian awal dari upaya kita untuk melatih kesabaran.
Apa yang kemudian dapat dilakukan oleh sifat sabar dalam kasus seperti ini? Sabar mengajarkan kepada kita untuk lebih hati-hati, bijak, sportif, dan sekaligus bertanggung jawab. Menerima kenyataan akan keterbatasan yang ada merupakan prinsip dasar. Dengan bersabar, kita berarti optimis bahwa masalah akan selesai pada akhirnya. Meski jelas tidak menafikkan usaha (ikhtiar) untuk mencari solusi-solusi alternatif.
Memang tidak ada manusia yang sempurna. Namun dengan adanya sikap sabar yang dilatih secara kontinyu, berbagai masalah yang ada dan akan datang menghampiri. Jika menilik dari pengalaman pribadi masing-masing, kita akan dapati bahwa berbagai pertengkaran, perselisihan, dan konforntasi diawali detik-detik dimana sikap sabar tidak lagi diindahkan. Emosi terekspresikan dan nalar akhirnya tertutup. Sabar adalah jalan satu-satunya untuk selalu dapat mencari jalan terbaik dalam hal apapun. Setidaknya arti dari sebuah kesabaran dapat terlihat langsung kala masalah sedang dirundung dan kemudian terselesaikan. Meski sebenarnya, begitu banyak kebaikan yang menanti didepan sebagai buah dari sifat sabar.
Tuesday, December 9, 2008
Pengorbanan
Ketulusan Ibrahim untuk menyembelih sang putra atas perintah Allah, merupakan bentuk pengorbanan yang sangat mendalam. Pengorbanan demi suatu keyakinan kuat akan nilai baik, meskipun harus melepas kepemilikan yang paling ia cintai. Hikmah dari keikhlasan tersebut menjadikan ridho Sang Pencipta untuk mengganti Ismail dengan domba untuk disembelih sebagai hewan kurban.
Dari kisah ini, umat Islam berkewajiban untuk menyembelih hewan kurban setiap datangnya Idul Adha. Terkhusus bagi yang telah mampu secara materiil. Begitu pentingnya kurban ini, baik sebagai bentuk simbolik maupun materialnya, sang Rasulullah pernah bersabda,"Barang siapa yang telah mampu berkurban namun tidak melakukkannya, hendaklah ia tidak mendekati tempat-tempat ibadah".
Terdapat paling tidak 2 nilai yang inherent dengan penyerahan kurban dalam Islam atas nama Allah. Pertama, bentuk rasa yakin bahwa kepemilikan, material khususnya, tidaklah sebanding dihadapan keyakinan atas kekuasaan dan kemahabesaran sang Pencipta. Etika yang diajarkan untuk meyerahkan hewan kurban yang sebaik mungkin, merupakan simbol kesungguhan dalam berkurban. Yakni hewan yang hendak disembelih sebagai kurban tidak boleh berpenyakit, cacat, maupun sedang mengandung untuk hewan betina.
Kedua, nilai kepekaan sosial yang terbangung dari wajibnya membagi hasil penyembelihan hewan kurban bagi orang miskin, fakir, muallaf, dsb. Ditengah keadaan ekonomi yang dalam ancaman krisis global sekarang ini, nilai sosial tersebut begitu berarti. Meski bentuk yang materiil hanyalah sekantong daging mentah yang telah dipotong-potong, namun pesan empati dan tanggungjawab sosial yang tersirat begitu dalam maknanya. Karena ketika kurban disembelih, tanpa didistribusikan ke mereka yang berhak, akan tidak diakui sebagai kurban (udhhiyah).
Selain pesan spiritual yang begitu dalam akan arti keyakinan akan kebesaran Allah Sang Pencipta, Hari Raya Idul Adha mengajarkan arti penting hidup bersama dan bagaimana kita mewarnainya. Jika hari ini kita masih mendapati orang disekitar kita, masyarakat dari kota dan propinsi kita, sekelompok penduduk dari negara kita yang masih di bawah garus kemiskinan, hendak menjadi perhatian yang semakin serius untuk menolong dan membantu mereka sebisa mungkin. Langsung maupun tidak langusung adalah pilihan. Personal maupun dengan cara struktural, toh Allah sang Penguasa Alam Maha Tahu akan perbuatan tersebut.
Thursday, November 27, 2008
Stay Focused
Two reasons for why to do this contributes to better out put toward the circumstance we have got. First, the disaster either made by human or naturally happened, will be always there. The point of concern is not on the disaster its self with the very limited people majoring best related field and realm. It's merely to be how to behave right toward the given situation.
Second, worry constitute a troubled and unsettled feeling with or without clear cut reasons can reduce much human's energy. To follow where it goes will definitely carry us to worsening reality forward. It would be better to stay focused on the given tasks at work or any in order to have better and stronger basis of cornerstone. We can think off much brighter what we need to do forward when and if necessary.
Wednesday, November 26, 2008
Mari Belajar
"Life is once. Let's make it as meaningful as we can"
Sebuah falsafah hidup yg begitu menarik untuk ditelaah dan diresapi. Ungkapan tersebut seolah-olah menekankan bahwa hidup berlangsung hanya sekali dan tidak akan pernah terulang dan diulang. Kesempatan sekali meniscayakan adanya sebuah harapan baik sekaligus kehati-hatian dan tanggunjawab. Meski kapasitas dan proses yang akan berlangsung memiliki keunikan dan tahapan khas masing-masing sehingga menafikkan absolusitas klaim bentuk oleh siapapun.
Membuat hidup berarti dan bermakna memiliki berbagai kemungkinan interpretasi dan sekaligus orientasi. Tergantung pada cara pandang hidup masing-masing individu dalam melihat apa, kenapa, dan bagaimana akan hidup yang sedang dijalani. Jelasnya bukan berbicara pada cara pandang mana yang lebih layak untuk dijadikan acuan dalam mewarnai kehidupan yg ada. Namun lebih kepada sebuah keyakinan pribadi yang bersifat amat individual akan sebuah keberartian dan kebermaknaan.
'Berarti' dapat merujuk kepada sebuah cita-cita yang telah lama tertanam, kepada harapan orang lain yang memiliki kedekatan hubungan batin maupun lahir, bahkan boleh ja di merujuk pada sebuah pengalaman pahit masa lalu yang takterlupakan. Unsur nilai dari "berarti'' baik hitam maupun putih, atau klasifikasi lain, sekali lagi menjadi konsumsi pribadi individu yang merupakan entitas makhluk rasional yang memiliki otoritas memilih (free will). Singkat kata, ''keberartian' dari sebuah kehidupan lebih ditekankan pada keselarasan antara batin (keyakinan), pikiran, dan komitmen dalam berbuat dan bertindak.
Sikap acuh lebih menonjolkan self-ego tanpa landasan kuat untuk dapat terbagi dan dibagi-bagi, oleh karenanya ia hanya akan mengundang bentuk-bentuk penerimaan negatif yang tidak jauh berbeda bentuk dan isinya.
Dalam ukuran cara berpikir rasional, yang terkadang mengedepankan logika berpikir Aristotelesian dengan ciri matematisnya, dapat mereduksi tidak sedikit arti bahkan nilai. Bahkah terkadang, sudut pandanga yang diambil secara 'rasional'' tanpa memperhatikan dan menelaah secara seksama dapat menjerumuskan. Sikap tidak perlu memberikan bantuan terhadap 'perbaikan drainase depan rumah'' misalnya, dengan alasan telah memiliki alokasi budget plan ataupun kegiatan sosial serupa di tempat berbeda, akan meredusir arti dari sikap positif dalam bertegangga dan bermasyarakat dalam suatu lingkup pandang sederhana, yakni hubungan sosial. Tidak untuk mengatakan bahwa harus memulu reaktif, akan tetapi lebih mengeksplorasi 'rasa sebagai bagian dari masyarakat (sense of being social being).
Tidak jauh berbahaya dari sikap acuh, malas (laziness) secara sederhana adalah ekspresi dari tidak adanya tanggung jawab untuk hidup. Sikap malas bahkan secara tegas dapat dikatakan sebagai sikap yang berlawanan dengan hukum alam dimana segala sesuatu selalu melalui dan memiliki proses dan tahapan-tahapan. Pendorong sikap malas seperti trauma, dis-orientasi, ketidaknyamanan, ketidaktertarikan, ketidakmampuan, ataupun alasan lain tidak pernah dapat ditolerir pada sebuah kondisi dimana apapun itu selalu tidak pernah memiliki kata lengkap dan sempurna, selama masih berhubungan dengan material. Apalagi yang besifat non-material. Sikap malas menafikkan adanya fakta kehidupan baik dalam lingkup ruang (space) maupun waktu (time) untuk selalu membutuhkan sikap tanggungjawa dan komitmen. Berjalan ke dapur untuk menyantap makanan lezat malam pun, kita juga harus masih mencuci tangan, memasukkan makanan tersebut sedikit demi sedikit, hingga kemudian muncullha kesan enak, lezat, dan kenyang. Keberlakuan untuk hal sederhana ini, meniscayakan berbagai macam sendi dan bentuk aktifitas dalam kehidupan anak Adam.
'Life is like chocolate. we don't know what's going to happen tomorrow morning' (Forest Gump)
Ketidak tahuan kita bagaimana waktu akan datang menyambut kita kedepan merupakan sebuah fakta empirik sekaligus bukti rasional bahwa banyak hal yang masih terselubung dan belum kita ketahui. Terlebih lagi ketika rasa dalam batin yang mengungkap akan betapa dalamnya alam ini tercipta dan diciptakan, serta betapa dangkal pengetahuan serta ilmu yang kita miliki. Dengan begitu tidak ada alasan yang tersisa untuk bersikap acuh dan malas-malasan untuk menjalani hidup dan membuatnya berarti dan semakin bermakna.
Untuk itu, mari kita belajar.
Never Give Up
Terkadang tidak setiap hal dalam hidup yang direncakana berjalan dengan lancar. Mengapa demikian terjadi persisnya? Mungkin hanya Tuhan yan...
-
As competition constitutes natural occurrence in life, self willingness to be the winner is consequently renascent. The many ways of living ...
-
Terkadang tidak setiap hal dalam hidup yang direncakana berjalan dengan lancar. Mengapa demikian terjadi persisnya? Mungkin hanya Tuhan yan...
-
Apakah mudik lebaran itu wajib apa tidak bagi kita yang masih muda dan tinggal jauh dari orang tua? Apakah hal tersebut hanyalah sebuah trad...

