Thursday, June 20, 2019

PENYEBAB NYERI MENSTRUASI - DOKTER OBGYN WANITA SURABAYA





Menjaga kesehatan adalah salah satu hal penting bagi setiap individu apapun profesinya. Terlebih lagi seorang wanita yang acapkali memiliki tanggung jawab di rumah khususnya untuk yang sudah berkeluarga, ataupun di kantor / kampus. Dari sekian hal yang sering muncul sebagai masalah bagi wanita adalah nyeri menstruasi.



Apa saja penyebab nyeri menstruasi pada wanita? Dokter Obgyn Wanita Surabaya, dalam ulasan singkat berikut ini akan membahas hal tersebut. Selamat belajar dan selamat membaca.



Salam sehat selalu.



Video ini diupload oleh Channel Klinik Kesehatan Khusus Wanita di www.youtube.com dengan link channel berikut ini: Klinik Kesehatan Khusus Wanita di Surabaya

Sunday, June 16, 2019

Tips Berfikir Positif dalam Melihat Sebuah Masalah

Masalah adalah bumbu perjalanan hidup. Tidak pernah ada satu manusia di atas bumi ini yang tidak pernah dihadapkan dengan sebuah masalah. Baik kecil ataupun besar. Tergantung sudut pandang masing-masing orang yang mengalami dan menjalaninya. Apakah masalah itu hal negatif atau positif? Bagaimana tips berfikir positif dalam melihat sebuah masalah? Mari kita simak ulasan sederhana berikut ini.

Seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan, menyatakan telah berbuat sebaik mungkin dalam menjalankan tugas-tugasnya. Namun dalam perjalanan karirnya, selalu saja dia merasa ada beberapa hal yang dianggap salah oleh atasannya, katakanlah si bos. Suatu pekerjaan misal sudah dilakukan dengan sebaik mungkin dan mencapai beberapa peningkatan dari sisi hasil di atas kertas (based on data). Namun, hal itu masih belum cukup bagi sang bos besar. Masih ada beberapa hal lain yang perlu diperbaiki dan dibenahi.

Dari percakapan singkat saya denga sang teman, nampak inti masalah buka pada sejauh mana terdapat perbaikan dari hasil kerja nya ataupun keseriusan kekurangan yang perlu perbaikan. Lebih kepada penerimaan dan komunikasi antara sang teman dan si bos besarnya rupanya. Bos berprinsip zero deffect, karenanya melihat dari sisi yang kurang. Sedangkan si karyawan cenderung apresiatif atas hasil kerja timnya, karena sudah dapat mencapai peningkatan hasil kerja. Keduanya tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Terdapat perbedaan dalam cara pandang terhadap sebuah hal antar sang karyawan dan si bos besar. Lantas bagaimana menyikapi hal serupa?


Kritik dan omelan ataupun kemaharan si bos terhadap dalam kasus di atas adalah bentuk ekspresi harapan (expectation) yang tidak dapat dipahami dengan baik oleh karyawan. Seyogyanya ukuran kongkrit dari sebuah ekspektasi harus disampaikan dengan sejelas mungkin. Agar kerja tim dalam prosesnya dalam menjadikan hal tersebut sebagai gap (jarak) yang berpotensi jadi masalah.

Sebaliknya, karyawan dalam melihat penerimaan sang bos terhadap hasil kerjanya. Jika ia melihat kritik dan omelan tersebut sebagai bentuk motivasi untuk terus merperbaiki diri, akan luas biasa daya picu yang ditimbulkan. Namun, jika berharap sebaliknya, sebuah apresiasi atas apa yang dirasa sudah dikerjakan, akan tidak bisa ketemu dengan harapan si bos. Tidak untuk bicara "Pasal 1" dan "Pasal 3" (King can do no wrong), tetapi menjembatani gap tersebut akan menjadi sebuah jalan tengah.

Apalagi jika sang bos juga berusaha terbuka dan berbesar hati akan proses yang dijalani. Akan mencipta suasana yang lebih kondusif bagi para bawahannya dan membuat mereka lebih nyaman, dengan apresiasi tentunya. Ditambah sebuah umpan balik yang konstruktif agar tetap memperhatikan beberapa hal yang dapat diperbaiki kedepannya. 

Sekian Tips dalam Melihat sebuah masalah dengan sudut pandang yang positif. Enjoy guys... 

Friday, May 31, 2019

Mudik Lebaran itu Wajib Apa Tidak?

Apakah mudik lebaran itu wajib apa tidak bagi kita yang masih muda dan tinggal jauh dari orang tua? Apakah hal tersebut hanyalah sebuah tradisi belaka di Indonesia ini? Ataukah terdapat nilai yang begitu besar dan penting bagi sang anak atas kedua orang tua mereka yang sudah mulai berusia senja?

Suatu ketika sang Nabi pernah beranjak dari duduknya ke arah mimbar. Kemudian sang Rosul berucap Amin sebanyak tiga kali. Kemudian karena penasaran, para sahabat bertanya," Wahai Rasulullaah.. apa yang membuat mu gerangan berucap amin sebanyak tiga kali?? Kemudian sang Nabi menjawab sebagaiman termaktub dalam hadis berikut ini:

"Kemudian, beliau (Rasulullaah) bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.” [Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam Al-Madzhab, 4:1682. Dinilai hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Qaulul Badi‘, no. 212; juga oleh Al-Albani di Shahih At-Targhib, no. 1679.]

Saudara-saudariku. Allah berpesan dalam surat Al-Isra." Dan Tuhanmu telah mewajibkan kepada kalian agar tidak menyembah selain kepadaNya, dan berbuat baik kepada orang tua." [QS Al-Isra']

Mari kita jadikan momen Idul Fitri 1440 H ini sebagai momen Lebaran untuk mengungkap kebaktian kita kepada sang orang tua, jika mereka masih ada. Dan semoga Allah memudahkan jalan kita untuk hal tersebut.

Selamat Idul Fitri 1440 H. Taqobballaahu Minnaa wa Minkum kulla Amin wa antum bikhair.

Thursday, May 30, 2019

Arti Sebuah Kegagalan

Apakah gagal itu menyenangkan? Tentunya tidak. Namun tidak selamanya sebuah kegagalan itu tidak baik. Karena kita hanya bagian dari sebuah lakon besar yang telah Allah tentukan dan telah ditetapkan kadar yang sesuai. Lantas bagaiman arti sebuah kegagalan bagi seseorang?

Gagal dapat menjadi sebuah awal kehancuran. Sebagaimana gagal adalah awal mula sebuah kesuksesan besar bagi hidup dan mati seseorang. Hal ini sangat tergantung bagaimana memaknai kegagalan.

Seorang pengusaha yang baru saja bangkrut dari bisnis yang mengandung unsur riba, bisa jadi adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar dia pindah ke jalan yang lebih baik. Tidak berarti pula seorang pendusta yang meraup banyak keuntungan materi dari spekulasi yang dilakukan dalam bisnis, bisa menjadi asbab kehancurannya di masa mendatang. Allah Maha Tahu akan apa yang akan terjadi kemudian.

Tidak boleh putus asa, apapun yang menjadi faktor terjadinya sebuah kegagalan. Nasehat sang ayah bagi putra-putra nya, "Dan janganlah kalian putus asa akan rahmat Tuhanmu. dan tidaklah putus asa akan rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang tidak beriman" [Surat Yusuf].

Tidak semua hal yang kita anggap baik selamanya akan baik. Waktu akan menjelaskan hal tersebut selama kita terbuka dan menggunakan akal sehat. Arti sebuah kegagalan semoga menjadi segala kebaikan bagi kita semua. Amin.

Selamat dan bangkitlah.

Saturday, March 28, 2009

It's Time of Your Life

Some friends of mine said, that
we need to break up
some times


Some friends of mine said, that

we need to keep working on and on
always

Some friends of mine said, that
success will just come as a luck
normally

Some friends of mine said, that
good fortune greets after lots of efforts
mostly

Some friends of mine said, that
all proverbs are just proverbs
all of them

They said also, that
It's time of your life
do whatever takes your faith straight
forward

Tuesday, March 24, 2009

Arti Sebuah Kesabaran


Sabar selalu berbuah positif. Meski mudah untuk diucapkan, menerapkan sifat sabar bukanlah hal mudah. Butuh latihan terus menerus tanpa kenal henti. Arti sebuah kesabaran hanya akan muncul setelah berbagai masalah yan kita hadapi dengan sepenuh hati dan keyakinan akan jalan keluar yang menunggu di depan.

Terdengar begitu profetik memang untuk berbicara perihal kesabaran. Ketika dihadakan dengan berbagai masalah bertubi-tubi, kita cenderung untuk gundah dan merasa terhimpit. Seolah-olah semua hal yan kita jalani tidak berarti apapun. Pada dasarnya tidak perlu sejauh ini mensikapi masalah yang ada. Masalah selalu dilatar belakangi oleh beberap faktor, entah satu maupun lebih. Melihat secara lebih mendalam dari tumpukan masalah yang dihadapi merupakan bagian awal dari upaya kita untuk melatih kesabaran.

Apa yang kemudian dapat dilakukan oleh sifat sabar dalam kasus seperti ini? Sabar mengajarkan kepada kita untuk lebih hati-hati, bijak, sportif, dan sekaligus bertanggung jawab. Menerima kenyataan akan keterbatasan yang ada merupakan prinsip dasar. Dengan bersabar, kita berarti optimis bahwa masalah akan selesai pada akhirnya. Meski jelas tidak menafikkan usaha (ikhtiar) untuk mencari solusi-solusi alternatif.

Memang tidak ada manusia yang sempurna. Namun dengan adanya sikap sabar yang dilatih secara kontinyu, berbagai masalah yang ada dan akan datang menghampiri. Jika menilik dari pengalaman pribadi masing-masing
, kita akan dapati bahwa berbagai pertengkaran, perselisihan, dan konforntasi diawali detik-detik dimana sikap sabar tidak lagi diindahkan. Emosi terekspresikan dan nalar akhirnya tertutup. Sabar adalah jalan satu-satunya untuk selalu dapat mencari jalan terbaik dalam hal apapun. Setidaknya arti dari sebuah kesabaran dapat terlihat langsung kala masalah sedang dirundung dan kemudian terselesaikan. Meski sebenarnya, begitu banyak kebaikan yang menanti didepan sebagai buah dari sifat sabar.

Tuesday, December 9, 2008

Pengorbanan

Idul Adha dikenal dengan Hari Raya Kurban, mengajarkan arti penting sebuah keyakinan. Bermula dari Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Sang Pencipta untuk menyembelih putra tercinta, Nabi Ismail. Konon, lama sebelum itu, Ibrahim pernah berkata dalam hatinya,"Aku akan memberikan apapun yang Engkau pinta wahai Tuhanku, demi membuktikan rasa cinta yang aku miliki kepadaMu" (ed). Pada akhirnya, Allah menagih janji Ibrahim dengan perintah menyembelih sang putra tercinta satu-satunya. Hanya satu hal yang membuat Ibrahim berani melakukan pengorbanan ini yakni keyakinan tauhid yang ia miliki kepada Sang Pencipta.

Ketulusan Ibrahim untuk menyembelih sang putra atas perintah Allah, merupakan bentuk pengorbanan yang sangat mendalam. Pengorbanan demi suatu keyakinan kuat akan nilai baik, meskipun harus melepas kepemilikan yang paling ia cintai. Hikmah dari keikhlasan tersebut menjadikan ridho Sang Pencipta untuk mengganti Ismail dengan domba untuk disembelih sebagai hewan kurban.

Dari kisah ini, umat Islam berkewajiban untuk menyembelih hewan kurban setiap datangnya Idul Adha. Terkhusus bagi yang telah mampu secara materiil. Begitu pentingnya kurban ini, baik sebagai bentuk simbolik maupun materialnya, sang Rasulullah pernah bersabda,"Barang siapa yang telah mampu berkurban namun tidak melakukkannya, hendaklah ia tidak mendekati tempat-tempat ibadah".

Terdapat paling tidak 2 nilai yang inherent dengan penyerahan kurban dalam Islam atas nama Allah. Pertama, bentuk rasa yakin bahwa kepemilikan, material khususnya, tidaklah sebanding dihadapan keyakinan atas kekuasaan dan kemahabesaran sang Pencipta. Etika yang diajarkan untuk meyerahkan hewan kurban yang sebaik mungkin, merupakan simbol kesungguhan dalam berkurban. Yakni hewan yang hendak disembelih sebagai kurban tidak boleh berpenyakit, cacat, maupun sedang mengandung untuk hewan betina.

Kedua, nilai kepekaan sosial yang terbangung dari wajibnya membagi hasil penyembelihan hewan kurban bagi orang miskin, fakir, muallaf, dsb. Ditengah keadaan ekonomi yang dalam ancaman krisis global sekarang ini, nilai sosial tersebut begitu berarti. Meski bentuk yang materiil hanyalah sekantong daging mentah yang telah dipotong-potong, namun pesan empati dan tanggungjawab sosial yang tersirat begitu dalam maknanya. Karena ketika kurban disembelih, tanpa didistribusikan ke mereka yang berhak, akan tidak diakui sebagai kurban (udhhiyah).

Selain pesan spiritual yang begitu dalam akan arti keyakinan akan kebesaran Allah Sang Pencipta, Hari Raya Idul Adha mengajarkan arti penting hidup bersama dan bagaimana kita mewarnainya. Jika hari ini kita masih mendapati orang disekitar kita, masyarakat dari kota dan propinsi kita, sekelompok penduduk dari negara kita yang masih di bawah garus kemiskinan, hendak menjadi perhatian yang semakin serius untuk menolong dan membantu mereka sebisa mungkin. Langsung maupun tidak langusung adalah pilihan. Personal maupun dengan cara struktural, toh Allah sang Penguasa Alam Maha Tahu akan perbuatan tersebut.

Never Give Up

Terkadang tidak setiap hal dalam hidup yang direncakana berjalan dengan lancar. Mengapa demikian terjadi persisnya? Mungkin hanya Tuhan yan...